Friday, June 29, 2018

Penyelenggaraan Perpustakaan Desa


PENGERTIAN PERPUSTAKAAN
Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak dan atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka. 

FUNGSI PERPUSTAKAAN
Perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan masyarakan ( pasal 4 Undang Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan).

Pasal (5) UU 43/2007, tentang Perpustakaan mengatur hak, kewajiban masyarakat terhadap perpustakaan, bahwa; (i) masyarakat mempunyai hak yang sama untuk memperoleh layanan serta memanfaatkan dan mendayagunakan fasilitas perpustakaan; (ii) masyarakat di daerah terpencil, terisolasi, atau terbelakang sebagai akibat faktor geografis berhak memperoleh layanan perpustakaan secara khusus (iii) masyarakat yang memiliki cacat dan/atau kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial berhak memperoleh layanan perpustakaan yang disesuaikan dengan kemampuan dan keterbatasan masing-masing.
Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014, tentang Pemerintahan Daerah, pasal 12 ayat (2) menjelaskan bahwa perpustakaan merupakan urusan pemerintahan wajib yang tidak terkait dengan pelayanan dasar.
Masyarakat berkewajiban mendukung upaya penyediaan fasilitas layanan perpustakaan di lingkungannya (pasal 6 huruf d Undang Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang perpustakaan).
Pemerintah berkewajiban mengembangkan sistem nasional perpustakaan sebagai upaya mendukung sistem pendidikan nasional, menjamin kelangsungan penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar nasyarakat, menjamin ketersediaan layanan perpustakaan secara merata di tanah air (Pasal 7 Undang Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan).
Kewajiban Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota (UU No 43/2007 Ps 8)
a. menjamin penyelenggaraan dan pengembangan perpustakaan di daerah;
b. menjamin ketersediaan layanan perpustakaan secara merata di wilayah masing-masing;
c.  menjamin kelangsungan penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar masyarakat;
d. menggalakkan promosi gemar membaca dengan memanfaatkan perpustakaan;
e. memfasilitasi penyelenggaraan perpustakaan di daerah; dan
f. menyelenggarakan dan mengembangkan perpustakaan umum daerah berdasar kekhasan daerah sebagai pusat penelitian dan rujukan tentang kekayaan budaya daerah di wilayahnya.

Pembentukan Perpustakaan
Perpustakaan dibentuk sebagai wujud pelayanan kepada pemustaka dan masyarakat.
Pembentukan perpustakaan dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat.
Pembentukan perpustakaan paling sedikit memenuhi syarat; memiliki koleksi perpustakaan, tenaga, sarana dan prasarana, sumber pendanaan, dan memberitahu keberadaannya ke perpustakaan nasional. ( Pasal 15 Undang Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan).
Penyelenggaraan Perpustakaan
Penyelenggaraan perpustakaan berdasarkan kepemilikan terdiri atas:
Perpustakaan pemerintah, perpustakaan propinsi, perpustakaan   kabupaten/kota, perpustakaan kecamatan, perpustakaan Desa, perpustakaan masyarakat, perpustakaan  keluarga dan perpustakaan pribadi. (pasal 16 Undang Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang perpustakaan) 
Perpustakaan umum diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, kecamatan dan desa, serta dapat diselenggarakan oleh masyarakat. (pasal 22 Undang Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan).

UU 6/2014, tentang Desa, penjelasan pasal 19 huruf b: Yang dimaksud dengan “kewenangan lokal berskala Desa” adalah kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat Desa yang telah dijalankan oleh Desa atau mampu dan efektif dijalankan oleh Desa atau  yang muncul karena perkembangan Desa dan prakasa masyarakat Desa, antara lain tambatan perahu, pasar Desa, tempat pemandian umum, saluran irigasi, sanitasi lingkungan, pos pelayanan terpadu, sanggar seni dan belajar, serta perpustakaan Desa, embung Desa, dan jalan Desa
Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah No 3 Tahun 2001 Tentang Perpustakaan Desa/ Kelurahan didefinisikan sebagai wadah penyediaan bahan bacaan sebagai salah satu sumber belajar bagi masyarakat dalam rangka mencerdaskan dan memberdayakan masyarakat, serta menunjang pendidikan nasional.
UU 20/2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 5 tentang hak dan kewajiban warga negara, bahwa setiap warga negara berhak mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat
Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
Merupakan Perpustakaan yang memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensinya dengan melihat keragaman budaya, dan kemauan untuk menerima perubahan serta menawarkan kesempatan untuk melindungi dan memperjuangkan budaya dan Hak Azasi Manusia (Paul Sturges, 2004 . Understanding cultures, and IFLA’s Freedom of Access to Information and Freedom of Expression (FAIFE) core activity.

Pendekatan Inklusi Sosial
System social approach atau pendekatan kemanusiaan (humanistic approach), pendekatan ini melihat perpustakaan merupakan bagian sub sistem sosial dalam sistem masyarakat, sehingga perpustakaan dirancang agar memiliki nilai kebergunaan yang tinggi dalam masyarakat
Melalui pendekatan sistem sosial atau pendekatan kemanusiaan diharapkan perpustakaan umum mampu menjadi wadah bagi masyarakat untuk menemukan solusi dalam kehidupan untuk meningkatkan mutu dan kualitas hidupnya. 

Tujuan Perpustakaan berbasis inklusi Sosial
Menurunkan kemiskinan informasi dengan transformasi Perpustakaan umum menjadi pusat belajar masyarakat
Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang literasi informasi berbasis TIK
Meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemberdayaan Perpustakaan

Tujuan Pelaksanaan Program
Mengefektifitaskan dan mengefisiensikan penyelenggaraan urusan pemerintahan dibidang perpustakaan
Tercapainya peningkatan mutu pelaksanaan pelayanan perpustakaan yang merata di seluruh tanah air.
Mewujudkan Perpustakaan sebagai Pusat Belajar Masyarakat Berbasis Inklusi Sosial adalah untuk mengurangi kemiskinan informasi dan meningkatkan dampak pada sektor pendidikan, kesehatan dan pengembangan ekonomi masyarakat di Indonesia dengan menjadikan perpustakaan kabupaten dan desa sebagai pusat informasi pembelajaran yang menjawab kebutuhan masyarakat melalui peningkatan akses terhadap teknologi dan layanan informasi yang relevan.

Sasaran Pelaksanaan Program
Pembinaan Kelembagaan Perpustakaan Kabupaten dan Desa
Bantuan Buku untuk Perpustakaan Kabupaten dan Desa
Bantuan Perangkat Komputer untuk Perpustakaan Kabupaten dan Desa
Bimbingan Teknis pengelola Perpustakaan Kabupaten dan Desa

Thursday, June 28, 2018

Kepala Desa Nyaleg


Tujuh hari menjelang pendaftaran bakal caleg di semua parpol kontestan pemilu, payung hukum terkait kepala desa definitif yang hendak mencalonkan diri sebagai wakil rakyat tak kunjung terbit, hingga detik ini belum ada Peraturan KPU RI yang mengatur hal tersebut. "Memang belum ada itu (Peraturan KPU RI) soal tata cara pencalonan sebagai anggota legislatif bagi kades aktif.


Larangan dan sanksi bagi kades berpolitik praktis, baik dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2018, Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri No 273/3772/JS tertanggal 11 Oktober 2016 sebagai penegasan Pasal 70 Undang-Undang (UU) No 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota. 
Pasal 71 ayat (1) UU No 10/2016 menyebutkan, pejabat negara, pejabat daerah, pejabat aparatur sipil negara, anggota TNI/Polri dan kepala desa atau sebutan lain lurah dilarang membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon.
Larangan kades berpolitik praktis juga secara tegas diatur dalam UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa yang menyebutkan kades dilarang membuat keputusan yang menguntungkan diri sendiri, anggota keluarga, pihak lain dan/atau golongan tertentu. Kades juga dilarang menjadi pengurus parpol dan ikut serta dan/atau terlibat kampanye pemilu dan/atau pilkada, Pasal 29 huruf g UU Desa menyebutkan kades dilarang menjadi pengurus parpol.
Ketika ada Kepala Desa akan mencalonkan pada perhelatan Pemilihan anggota legislatif disyaratkan untuk mundur atau mengundurkan diri dari Jabatannya sebagai Kepala Desa, hal ini secara legal formal mematuhi peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang Desa, disebutkan pada Pasal 8 ayat (1) UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa bahwa Kepala Desa berhenti karena : (1) Meninggal dunia, (2) Permintaan sendiri, (3)diberhentikan, kemudian pada Pasal 8 ayat (2) huruf d Kepala Desa diberhentikan karena melanggar larangan sebagai Kepala Desa.  Larangan dimaksud dengan jelas tertera dalam Pasal 29 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014, disebutkan dalam huruf g Kepala Desa dilarang untuk menjadi Pengurus Partai Politik, kemudian meskipun tidak menjadi pengurus Kepala Desa juga tidak bisa mencalonkan menjadi Calon Anggota Legislatif jika belum mengajukan Pengunduran diri dari Jabatannya sebagai Kepala Desa. Ketika sudah ditetapkan sebagai Calon Anggota Legislatif, maka tentunya Kepala Desa akan mengkampanyekan, mensosiialisasikan diri supaya dikenal dan dengan harapan akan mendulang suara terbanyak, akan melakukan kegiatan-kegiatan sosialisasi atau promosi diri sebagai calon legislatif, jika hal ini terjadi maka dimana letak netralitas Kepala Desa sebagai Penyelenggara Negara dan Kepala Desa akan melanggar larangan ketentuan pasal 29 huruf b yaitu membuat keputusan yang menguntungkan diri sendiri, anggota keluarga, pihak lain, dan/atau golongan tertentu; dan hal ini juga pasti akan melanggar ketentuan pasal 29 huruf j yaitu ikut serta dan/atau terlibat dalam kampanye pemilihan umum dan/atau pemilihan kepala daerah.

Saat ini peraturan KPU yang mengatur tentang syarat pencalonan anggota legislatif masih dalam pembahasan meski sudah masuk ke Kementrian Hukum dan Ham dan menunggu untuk diundangkan dan ditetapkan sebagai Peraturan KPU, lamanya proses penetapan produk hukum dimaksud karena masih adanya polemik dan perbedaan pendapat tentang Hak politik seseorang terutama bagi mantan Napi Koruptur yang mencalonkan menjadi calon anggota legislatif, dan jika terjadi penjegalan maka KPU telah melanggar ketentuan Perundang-undangan sebagaimana termaktub dalam Pasal 27 dan Pasal 28 huruf d Undang-undang Dasar 1945. 
Peraturan KPU yang belum dirilis atau diundangkan tersebut, bagi Kepala Desa ataupun Perangkat Desa tidak begitu signifikan pengaruhnya, pasalnya kalau dilihat sudah jelas-jelas Undang-undang sudah melarang untuk berpolitik praktis, dan jikapun misalnya dalam Peraturan KPU tersebut membolehkan Kepala Desa untuk nyaleg dan tidak mundur dari Jabatannya, maka hal ini tidak akan berlaku karena secara hirarkis Peraturan Perundang-undangan bahwa kedudukan Peraturan KPU berada ada dibawah Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, dan bahkan bisa dikatakan jika ada pasal didalam PKPU nanti yang membolehkan seperti itu maka pasal tersebut akan dinyatakan cacat hukum dan inkonstitusional dan tidak bisa dijadikan dasar yang membolehkan Kepala Desa nyaleg tanpa mengundurkan diri.
Kesimpulannya, Kepala Desa Nyaleg mundur sebagai Kepala Desa, Kepala Desa tidak boleh menjadi pengurus partai dan tidak boleh ikut serta dan terlibat dalam Kampanye pesta demokrasi.
Demikian ulasan ini disampaikan, mudah-mudahan analisis ini menjadi salah dan ada masukan atau koreksi dari rekan-rekan Kepala Desa dan Perangkat Desa serta para penggiat dan yang peduli terhadap desa, akhirnya semoga tulisan ini bermanfaat.
    

Tuesday, June 26, 2018

Tiga Permasalahan Terbesar yang dikeluhkan Pelamar CPNS TA 2017, Pelajari dan Antisipasi Jelang Pembukaan CPNS TA 2018

Melalui siaran pers BKN Nomor 008/RILIS/BKN/VI/2018 tanggal 12 Juni 2018, BKN telah menyampaikan persiapan infrastruktur yang dilakukan untuk pelaksanaan seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran (TA) 2018, menjelang pengumuman resmi yang akan dirilis Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB). 

Selanjutnya dalam Siaran Pers ini, BKN selaku koordinator pelaksana seleksi nasional akan memaparkan beberapa kendala yang dihadapi pelamar CPNS TA 2017 dan antisipasi agar permasalahan serupa tidak terjadi. Kendala-kendala tersebut merupakan rekapitulasi Tim Helpdesk CPNS 2017 yang disediakan BKN selama perhelatan CPNS tahun lalu berlangsung.  Beberapa permasalahan tersebut di antaranya yakni: 
 1) Nomor Indentitas Kependudukan (NIK)/Kartu Keluarga (KK) tidak ditemukan. Mengantisipasi masalah ini,  pelamar harus memastikan NIK dan KK yang akan digunakan pada saat pendaftaran online lewat https://sscn.bkn.go.id terdaftar dan update dalam database Kantor Kependudukan dan Pencatatan Sipil di pusat; 
2) Salah memasukkan data. Dari rekapitulasi pengaduan yang diterima Tim Helpdesk BKN, permasalahan ini disebabkan karena pelamar tidak mencermati dengan teliti  fitur-fitur yang terdapat portal Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN) dan tata cara pengisian kolom di dalamnya sehingga mengisi data yang tidak sesuai dengan apa yang diminta. Selain itu, kebanyakan pelamar terburu-buru melakukan pendaftaran, sebelum memastikan kembali kebenaran data yang diinput, padahal kesalahan input data tidak bisa diperbaiki; 
3) Salah menginput dokumen pendaftaran. Hal ini juga menjadi permasalahan yang banyak dialami pelamar. Cenderung tidak mencermati syarat/kualifikasi dan dokumen yang diminta menjadi awal terjadinya kesalahan input dokumen persyaratan. Mengantisipasi itu, Pelamar diminta memahami betul kualifikasi, syarat dan alur/mekanisme pendaftaran. 

Selain melakukan persiapan infrastruktur pendaftaran (melalui SSCN), pelaksanaan seleksi administrasi hingga tes menggunakan Computer Assisted Test (CAT BKN), BKN juga tengah membentuk Tim Helpdesk CPNS TA 2018 untuk mengantisipasi kendala pendaftaran CPNS 2018. Ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah melalui BKN untuk melaksanakan seleksi yang terbuka, transparan, dan kompetitif. BKN juga secara aktif memberikan layanan informasi melalui akun resmi BKN baik lewat media sosial dan website.
Informasi resmi perihal pengumuman, pendaftaran, sampai proses seleksi hanya disampaikan melalui akun resmi institusi Pemerintah. Segala informasi rekrutmen CPNS TA 2018 yang tidak bersumber dari akun Pemerintah dipastikan hoax (palsu). 

Jakarta, 25 Juni 2018
Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN,
Ttd
Mohammad Ridwan 

Sumber : Berita www.bkn.go.id

ADVENTURE sambil BERLIBUR bareng Dulur Beda Lembur

ADVENTURE sambil BERLIBUR bareng Dulur Beda Lembur

Kamu suka bersepeda gunung..?
Kabar gembira buat kalian pecinta adrenalin, khususnya yang hobi bersepeda gunung.
Komunitas Mountain Bike Sukaresik ( KOMBES ), Pangandaran, Jawa Barat, mengadakan acara Adventure Bike dengan tema Mipir Lamping Mapay Tapak Jojogan Santirah.

Acara akan diselenggarakan Satu bulan setelah hari Raya Idul Fitri,moment yang pas untuk berkumpulnya seluruh pecinta goweser bersepeda sambil bersilaturahmi dan berlibur di Pangandaran.
Tepatnya Hari Minggu 15 JULI 2018.
Track pegunungan melewati lokasi WISATA JOJOGAN dan SANTIRAH kami pilih untuk Memperkenalkan keindahan alam Kabupaten Pangandaran,yang selama ini terkenal dengan Pantai yang Indah dan beragam lokasi wisata.
Jangan sampai kehabisan Ticket.
Segera daftarkan diri Anda sekarang juga, karena kuota peserta kami batasi.
Untuk KOMUNITAS dengan peserta terbanyak akan mendapatkan hadiah hiburan.
Waktu : Minggu 15 JULI 2018
Pukul : 07.00 s.d selesai
Start : SMKN 2 Pangandaran
Finish : Lapang Ragasana Sukaresik


PENDAFTARAN
Rp. 75.000
(Free T-Shirt,Sticker,Kupon Undian)
EKSKLUSIF
Rp. 225.000
(Jersey KOMBES SAB Industri, sticker, kupon)
Grand Prize :
1 UNIT MOTOR BARU
Doorprize :
- Sepeda Gunung
- Mesin Cuci
- Kulkas
- Televisi
- Helm
- Jersey
- Handphone
- Kompor Gas
- Dan masih banyak Hadiah Menarik Lainnya.
Hadiah Hiburan :
1 Ekor Kambing
(Untuk komunitas dengan peserta terbanyak)
Pendaftaran terbuka untuk umum, akan ditutup apabila peserta sudah mencapai 2000 orang.
Jika berminat, goweser bisa mendaftar melalui anggota komunitas sebelum 10 JULI 2018.
Informasi Pendaftaran :
ANDI KOMBES : 0821 1819 1111 / 0822 1428 0099
PANJI KOMBES : 0813 1266 4556
ATANG KOMBES : 0813 2370 4424

Note :
Bagi peserta atau komunitas dari luar kota yang membutuhkan informasi dan bantuan untuk reservasi hotel atau penginapan, silahkan bisa hubungi panitia.
Ipung Fauzi KOMBES :
082 111 112 113

Monday, June 25, 2018

Kepmendes PDTT Nomor 48 Tahun 2018 tentang Pedoman Program Inovasi Desa (PID)

Keputusan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 48 Tahun 2018 tentang Pedoman Umum Program Inovasi Desa, ditetapkan tanggal 30 Mei 2018.

Blog atau Website Desa dan Penghasilan Tambahan

Keberadaan website bagi desa saat ini sudah sangat diperlukan, seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan jumlah pengguna Internet di Indonesia. Salah satu fungsi website desa adalah sebagai media sistem informasi desa yang merupakan amanat Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014. Didalam Permendes 19 Tahun 2017, pemerintah juga telah menempatkan Sistem Informasi Desa sebagai salah satu prioritas kegiatan yang seyogyanya dilaksanakan oleh Pemerintah Desa. Sebab, untuk menunjukkan transparansi kinerjanya Pemerintah Desa (Pemdes) wajib melaksanakan keterbukaan informasi Publik yang bisa dilakukan dengan website desa. Bahkan, yang sangat jelas dan netral adalah dalam pasal 40 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014 Kepala Desa diharuskan untuk melaporkan Laporan Keuangan tiap tahun atas pelaksanaan APBDesa (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) dan bahkan pemerintah pun berkepentingan akan hal ini sehingga desa sekarang sudah memiliki domain tersendiri untuk desa yaitu domain desa.id. Selain daripada itu, ada beberapa hal yang menjadikan bahwa saat ini Desa harus go publik dalam artian untuk menyikapi pesatnya perkembangan IT saat ini, desa pun harus dituntut untuk lebih bisa mengikuti perkembangan zaman tersebut.



Kebutuhan akan data dan informasi terbarukan bukan menjadi barang baru di dunia IT, hilir mudik data digital menjadi sebuah kebutuhan wajib bagi manusia milenial, untuk menunjang good goverment dan good governance salah satunya dengan menggunakan fasilitas media IT atau website/blog desa. Tuntutan akan pelayanan publik yang cepat, tepat dan ramah menjadi suatu hal yang harus disikapi oleh Pemerintah Desa dan juga menjadi salah satu indikator desa untuk menjadi kandidat dalam event tahunan Lomba Desa atau evaluasi perkembangan Desa.
Keberadaan website desa bukan saja sebagai media informasi online, tapi lebih dari itu desa bisa menggunakan website untuk :

1. Media Publikasi Kegiatan Desa
Kemudahan akses informasi menjadi hak semua warga masyarakat, warga berhak tahu apa yang direncanakan, dilaksanakan dan dilaporkan oleh Pemerintah Desa, dan tidak semua orang bisa mengakses informasi tersebut seiring dengan variatifnya aktivitas warga masyarakat, tidak semua warga masyarakat desa bisa mengikuti kegiatan sosialisasi atau rapat-rapat yang dilaksanakan oleh desa, dengan keberadaan website desa informasi bisa diakses kapan saja, dimana saja dan dalam kondisi apapun, apalagi sekarang seiring pesatnya perkembangan perangkat mobile dan layanan data yang semakin mudah dan murah, website desa menjadi salah satu pilihan untuk menyampaikan informasi tentang desa.

2. Portal Berita Online
Website desa bisa juga digunakan sebagai media berita online yang memuat materi pembangunan desa dan progres kemajuan suatu desa, portal berita online ini bisa memuat materi tentang kearifan lokal dan serta kultur yang ada di desa, sebagai cara juga untuk meningkatkan minat baca masyarakat dan meningkatkan angka melek huruf masyarakat dalam rangka mensukseskan program pengentasan buta huruf dan miskin pengetahuan.

3. Media Promosi Potensi Desa
Desa dengan kehidupan dan penghidupannya pasti akan memiliki beberapa potensi, baik potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan bahkan potensi kelembagaan serta potensi-potensi lainnya. Banyak desa yang memiliki potensi sumber daya alam dan wisata yang tidak dikenal oleh masyarakat luas secara umum, sehingga potensi tersebut tidak tersentuh untuk dikembangkan. Dengan website desa, semua bisa dilakukan sehingga pemerintah maupun pihak ketiga bisa mengetahui potensi yang ada di desa dan bisa untuk dikembangkan.

4. Media Jual Beli Online
Setelah desa tahu potensi yang dimilikinya bisa saja website desa digunakan sebagai media untuk jual beli online produk lokal desa, apalagi sekarang dengan adanya kucuran dana desa yang mana lebih menitikberatkan pemberdayaan masyarakat melalui BUMDESA (Badan Usaha Milik Desa), yang mana Bumdes ini tidak perlu langsung menjadi pelaku ekonominya, tapi Bumdes harus bisa menjadi Kadin nya Pemerintah Desa, dengan mengembangkan kelompok-kelompok usaha yang ada didesa dan ditampung di Bumdes dan dipasarkan melalui website desa, dengan menyediakan portal khusus untuk jual beli online.

5. Media Pelayanan Publik
Salah satu indikator yang menyatakan sukses atau tidaknya suatu pemerintahan adalah dengan baik serta meningkatnya pelayanan publik, website desa bisa dijadikan salah satu opsi untuk meningkatkan pelayanan publik, pelayanan kependudukan bisa dilakukan secara mobile atau pelayanan lainnya, sehingga desa bisa mencapai standar pelayanan minimal pemerintahan, banyak platform atau media untuk membuat SID (System Informasi Desa) yang sifatnya gratis dan bisa dikembangkan oleh desa.

6. Sarana Komunikasi dua arah
Kritik dan saran atas kinerja pemerintah desa bisa dilakukan tanpa harus warga masyarakat menyampaikan langsung kepada pemerintah Desa, biasanya masyarakat enggan menyampaikan unek2 secara langsung ke desa, jadi kalau desa sudah menyediakan rubrik khusus kotak saran dan website desa, hal ini bisa dilakukan oleh masyarakat dalam rangka untuk memberikan masukan dan kritikan untuk meningkatkan pembangunan dan profesionalitas kinerja pemerintahan desa.

Bersambung, lain kali akan di urai secara jelas relevansi Website Desa dengan Tambahan Penghasilan Pemerintahan Desa. semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi yang membacanya. mohon maaf bila dalam tulisan tidak nyambung dan keluar dari kontek #OOTD


Sunday, June 24, 2018

Potensi Wisata Desa Kabupaten Pangandaran

Pangandaran merupakan sebuah Kabupaten di Jawa Barat, Kabupaten ini memiliki sejuta pesona dan panorama alam Pantai yang menakjubkan dan masih banyak yang tersembunyi, sehingga masih banyak orang yang belum mengetahui akan keindahan dan tempat keren yang ada di Pangandaran. Pangandaran punya banyak Spot objek wisata keren, mulai dari Situs budaya, situs bersejarah, spot foto foto kekinian , sampai air terjun yang sangat memanjakan mata dan harus segera kalian explore, dan yang jadi menarik sebagian tempat wisata ini dikelola oleh Desa dan dijadikan sumber PADes (Pendapatan Asli Desa) dalam rangka pemberdayaan masyarakat.
Tidak perlu panjang lebar, langsung saja kita intip potensi wisata apa saja yang dapat kita kunjungi : 

1. Jembatan Pongpet Desa Margacinta Kecamatan Cijulang

wisata_desa

Objek Wisata Kampung Budaya terletak di Desa Margacinta Kec.Cijulang Kab.Pangandaran. Tepatnya Dusun Margajaya. Sebagai Ikon utama nya yakni JEMBATAN GANTUNG PONGPET yang kini dikenal dengan nama Jembatan Merpati Pongpet. Fungsi utama Jembatan tersebut adalah jalan utama penghubung antara Dusun Cidawung dan Dusun Margajaya yang kini disulap oleh para pengembang wisata Desa Margacinta menjadil objek wisata alam dan budaya. Dengan sedikit polesan cat warna warni pada jembatan tersebut, dan sedikit hiasan lampion membuat jembatan tersebut menarik para wisatawan untuk berfoto di atas jembatan tersebut. dengan warna tersebut memiliki efek artistik yang menarik.

2. Curug Taringgul Desa Cibanten Kecamatan Cijulang

wisata_desa

Curug Taringgul sekarang menjadi objek wisata baru di Pangandaran. Kalau sudah bosan dengan Pantai Pangandaran atau Green Canyon, Curug Taringgul bisa jadi pilihan baru. Pemandangan Curug Taringgul tidak kalah dibandingkan dengan Green Canyon. Lokasi Curug Taringgul ini terletak di hulu aliran air yang menuju Green Canyon tersebut. Curug Taringgul ini berjarak sekitar 3 kilometer dari tempat parkir Green Canyon.


3. Curug Bojong Desa Sukahurip Kecamatan Pangandaran
wisata_desa

Berlokasi sekitar 15km dari Pangandaran dan berada di Wilayah Desa Sukahurip Kecamatan Pangandaran, Air terjun yang sangat besar ini berlokasi tepat di tengah hutan. Di sini ada beberapa kolam alami dengan air yang sangat bersih dan kamu bisa berenang di dalamnya. Kolam alaminya ada beberapa ukuran dan kedalaman jadi kamu bisa pilih sendiri saja mana yang kamu suka. Di sepanjang air terjun ada sungai lain yang biasa digunakan untuk jalur tubing melewati hutan. Jarak jalur tubing kurang lebih 3 km dan guide bisa jemput kamu di titik akhir sesudah kamu selesai tubing.
wisata_desa

4. Wonderhills Jojogan, Desa Cintaratu Kecamatan Parigi Pangandaran
desa_wisata

Wonder Hill Jojogan adalah destinasi wisata yang berada di Kabupaten Pangandaran yang terletak di Dusun Gunung Tiga Desa Cintaratu, yang bisa di tempuh dalam waktu 30 menit dari pantai wisata Pangandaran. Rute yang dilalui yaitu jalur pangandaran – cijulang, dekat pasar Cibenda tepatnya dipertigaan Panyingkiran terdapat papan petunjuk arah Jojogan .
wisata_desa
spot selfie di Parikota Garden




Mempunyai area yang luas untuk berwisata seperti bodyrafting, river tubing, canyoning, air terjun, taman farikota, farikota heaven side, farikota garden, kedung cilik, camping, atv adventure, batu bodas, sungai sindang melang, sungai banon sari, sirkuit ki jamir, gua karaminan, patapan, ronggeng gunung, gua ciung, sungai jojogan, sungai leuwi panjang, gua lalay, adventure, atv, trail, sepeda downhill, flying fox, offroad, kuliner. Dan lokasi wisata ini dikelola oleh Bumdes Desa Cintaratu Kecamatan Parigi, dan baru di launching potensi wisata ini pada tahun 2016.
Bodyrafting Curug Jojogan
Dan masih banyak spot yang lainnya.


5. Pepedan Hills dan Goa Sutra Reregan, Desa Selasari Kecamatan Parigi Pangandaran

Pepedan Hills
wisata_desa

Terletak di desa Selasari Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran dan menempuh jarak kurang lebih 1,3 jam dari Pangandaran. Akses wisata yang bisa dibilang cukup baik semakin memudahkan para pengunjung untuk mengeksplor Pepedan Hills, serta panorama bukit Pepedan yang terbentang pemandangan hutan hijau dengan pesawahan warga sekitar akan memanjakan pandangan para pengunjung.
wisata_desa

Keunggulan lain yang yang terdapat di destinasi Pepedan Hills ini,  yaitu Bukit selfie yang berbentuk I LOVE U semakin menambah indahnya panorama Bukit Pepedan Hills sehingga tak ingin cepat beranjak dari destinasi tersebut. Eiits tak hanya bukit , di Pepedan Hills juga terdapat Goa alam yang bernama Goa Nyiruan letaknya di bawah bukit sebelah barat daya .

Waktu yang paling tepat untuk berkunjung ke Pepedan Hills ini adalah sore hari, saaat sore hari para pengunjung bisa menikmati sunset yang indah di atas bukit sembari berselfie ria.
Harga Tiket Masuk :
Tiket : 5000
Parkir : Motor : 2000, mobil : 5000

Gua Sutra Reregan
wisata_desa

Wisata Goa Reregan Berlokasi di desa wisata selasari, kampung salakambang kecamatan Parigi, kabupaten Pangandaran.  Goa Sutra Reregan dapat di tempuh dalam waktu 1 jam perjalanan dari pusat Pemerintahan Kabupaten Pangandaran. Berbatasan langsung dengan Desa Cintaratu di sebelah selatan dan Desa Bangunkarya.


Goa Sutra Reregan sendiri memiliki karakteristik yang unik yaitu stalakmit dan stalaktit yang masih alami, dan ini lah yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Sejak dibuka satu bulan yang lalu, pengunjung ke Goa Sutra Reregan semakin ramai, apalagi pada akhir pekan bisasanya dari pagi hingga sore hari pengunjung datang silih berganti.
Goa Sutra Reregan tidak hanya wisata goa yang dapat anda nikmati, namun anda dapat menikmati beberapa spot selfie di atas perahu dengan hamparan hutan yang hijau, dan ada juga beberapa spot lainya yang indah tentunya.


6. Curug Bilik Langkaplancar
wisata_desa

Secara administratif, Curug Bilik berada di Desa Jayasari, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dan berada pada koordinat 7.533039, 108.357015. Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Ciamis pada 2012 lalu dan selama ini yang identik dengan Pangandaran adalah wilayah pesisirnya. Tidak banyak yang tahu dan mengeksplore wilayah Kabupaten Pangandaran yang berada di perbukitan. 

Itulah beberapa spot wisata yang ada di Pangandaran dan belum begitu banyak yang meng-explore karena wisata ini hanya dikelola oleh Pemerintah Desa, dan masih banyak lagi spot wisata desa lainnya, dan akan admin bahas dan explore pada potensi wisata Desa II. Semoga bermnafaat, dan jadi pilihan alternatif dalam rangka liburan keluarga yang murah dan hemat.


Kerajinan Kolotok Cijulang

kerajinan_kolotok
Kolotok nyaéta hiji barang anu digantungkeun dina beuheung munding atawa sapi wanguna kawas kohkol leutik dijieun tina kai atawa awi, kolotok utamana dipaké mangsa keur ngangon maksudna sangkan munding anu ngencar katohya ka mana léosna, ku lantaran sorana kokolotokan kadéngé tikajauhan. anu ilahar dipaké kolotok dijieun tina bahan kai tangkal nangka, ku lantaran sona leuwih harus ngelentrung, mangsa kabadung-badung tempona munding keur ngakan jukut. (wikipedia.com).
Kolotok merupakan nama dari sebuah benda berbentuk mirip kunci gembok, yang digunakan oleh para penggembala kerbau dan sapi di di dusun Cidawung. Kolotok berfungsi sebagai ciri keberadaan ternak mereka saat di gembala di kebun atau tempat dimana para penggembala mengembala ternak mereka. Karena, kolotok bisa mengeluarkan suara khas sehingga posisi ternak mereka bisa diketahui keberadaannya.
kerajinan_kolotok

Kolotok sendiri kini sudah jarang digunakan karena sudah jarang Masyarakat Cidawung-Margacinta yang menggembala Sapi, karena kebanyakan sapi mereka kini di tempatkan di kandangnya dan jarang untuk dikeluarkan. Untuk itu kolotok merupakan dari Budaya Kampung Cidawung.
                Kampung Cidawung, berada tepatnya di Desa Magacinta Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran Provinsi Jawa Barat. Nama kampung  Cidawung sendiri di ambil dari nama salahsatu Kedung yang berada di sungai Cijulang, yakni Kedung Kadawung oleh Kepala Dusun Pertama. Sebelumnya, nama kampung Cidawung itu yakni Kampung Citamiang. Belum sempat saya tanyakan mengapa ada perubahan nama Kampung tersebut.
                Kini, Dusun Cidawung mengalami pemekaran Dusun karena terlalu luas, menjadi tiga dusun. Yaitu Dusun Cidawung, Margajaya dan Pangancraan.
 Berdasarkan sejarah tersebut, sekelompok warga yang memiliki ide untuk mempertahankan budaya nya yang khas yani Kolotok. Terbentuklah kelompok pengrajin Kolotok yang kini dimodifikasi dan dibentuk dengan ukuran kecil. Kolotok kini dibentuk sebagai aksesoris yakni Gantungan Kunci Kolotok, Kalung Kolotok, dan Mainan berbentuk Kolotok. Bentuk dan Suara yang dihasilkan pun tidak berubah. Sama persis layaknya kolotok dalam aslinya.  
             
Tujuan dibuatkanya Aksesoris berbentuk kolotok sebagai souvenir oleh para pengrajin ini untuk mempertahankan kebudayaan dan mengenalkan kepada para generasi penerus bentuk dari kolotok agar mereka tidak kehilangan budaya nenek moyang nya yang harus dilestarikan.
                Perbedaan Kolotok yang dulu dipakai oleh para penggembala yaitu dari bahan nya. Jika dulu dibentuk dari bahan kayu. Dan sekarang terbuat dari bambu, mengingat dahulu Dusun Cidawung namanya Dusun Citamiang yang berarti Bambu Tamiang. Begitupun dengan fungsinya.

kerajinan_kolotok

        Begitu juga dengan saung kolotok. Saung Kolotok merupakan Bangunan yang dibangun untuk para pengrajin kolotok membuat kreasi kolotok dan berkumpul. Mungkin, kedepannya kolotok akan memiliki berbagai Variasi yang membuat aksesoris ini terlihat Cantik dan layak dipasarkan. Tapi, bagi anda yang berwisata ke Pangandaran dan mengunjungi objek wisata green canyon (cukang taneuh) kolotok ini bisa anda dapatkan dengan free alias GRATIS, kolotok diberikan sebagai souvenir dari pembelian tiket masuk ke green canyon dan naik perahu di green canyon, ini sebagai langkah pemasaran yang efektif dimana ketika membeli tiket atau paket wisata green canyon anda sekaligus mendapatkan kerajinan kolotok ini, dan juga turut meningkatkan taraf ekonomi masyarakat kecamatan Cijulang khususnya.

Sumber :
1. wikipedia

Wednesday, June 13, 2018

Step by step Penggunaan Sipades- Perencanaan Aset

Sipades_aset
Pada postingan sebelumnya admin sudah memaparkan tentang penggunaan aplikasi aset SIPADES yang mengulas tentang Menu Awal Penggunaan Sipades yaitu menu Perangkat Desa dan Menu Daftar Barang. Pada postingan kali ini, admin akan memaparkan pada tahapan inti penggunaan aplikasi SIPADES-ASET sebagaimana diketahui bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2016 tentang aset Desa, bahwa pengelolaan aset desa ada beberapa tahapan dan langkah untuk pemanfaatan dan pemberdayaan aset desa, diantaranya : Perencanaan aset, Pengadaan Barang, Register Kode Barang dan Pengelolaan barang dimana didalamnya ada mekanisme penggunaan, pemanfaatan dan penghapusan aset desa. Itulah tahapan yang harus dipahami dan dikuasai oleh Kaur Umum dan TU sebagai pengelola barang, sebelum mengetahui semuanya perlu kita pahami tahapan demi tahapan dari maksud permendagri tentang aset tersebut. Pertama yang harus dipahami adalah Perencanaan Aset Desa.
Perencanaan Aset Desa adalah tahapan kegiatan secara sistematis untuk merumuskan berbagai rincian kebutuhan barang milik desa (pasal 1 poin 7), Perencanaan aset desa dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDesa) untuk kebutuhan 6 Tahun (Pasal 8 ayat 1), Perencanaan kebutuhan aset desa untuk kebutuhan 1 (satu) tahun dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintahan Desa (RKPDesa) dan ditetapkan dalam APBDesa setelah memperhatikan ketersediaan aset desa yang ada. (Pasal 8 ayat 2). seperti apakah langkah konkrit untuk perencanaan aset desa dalam aplikasi Sipades, kita lihat tahapan yang harus dilakukan oleh pengelola barang sebagai berikut :
1. buka aplikasi Sipades yg sudah di install dan masuk dengan akun desa yang diberikan oleh DPMD Kabupaten/Kota.
2. klik menu inventarisir barang lalu klik perencanaan, sebagaimana dalam gambar :
sipades_aset

3. setelah di klik menu perencanaan, maka akan muncul menu pop up sebagai berikut :
Sipades_aset

4. isi semua form yang ada disesuaikan dengan dokumen perencanaan desa, baik yang 6 tahun sekali maupun dokumen perencanaan tahunan, setelah dientry akan tampil seperti dalam gambar :
sipades_aset

5. setelah semua selesai di entry klik menu Simpan dan akan muncul menu popup lalu pilih "ya" sebagaimana dalam gambar, lalu klik ok dan data yang sudah di entry akan tersimpan dalam database.
sipades_aset

sipades_aset

6. klik menu cetak untuk melihat data yang telah kita entry dimaksud dan memastikan bahwa data yang di entry sudah tersimpan.
sipades_aset

Demikian menu perencanaan aset desa dalam aplikasi SIPADES, untuk lain waktu akan kita lanjutkan kembali ke submenu Pengadaan barang dalam menu inventarisir barang, bagi yang kurang paham dan mengerti bisa bertanya pada kolom komentar, dan akhirnya semoga bermanfaat.

Sunday, June 10, 2018

Permendagri Nomor 18 Tahun 2018 Tentang LKD dan LAD

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa Pengganti dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 2007 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa.

Saturday, June 9, 2018

step by step penggunaan aplikasi SIPADES -2 Lanjutan

Sipades, merupakan aplikasi yang dirilis oleh kemendagri adalah aplikasi yang dikhususkan untuk mengelola dan memberdayakan aset desa agar bisa tercatat dan terjaga dokumennya. Sebelumnya admin pernah membahas tutorial step by step penggunaan aplikasi SIPADES -1, yang mana admin menjelaskan langkah-langkah memulai penggunaan aplikasi SIPADES dan panduan input Daftar Perangkat Desa. Dalam tulisan kali ini, admin coba akan menjelaskan bagaimana menggunakan menu berikutnya, yaitu  : 1. Menu Daftar Barang, 2. Menu Rubah Password.

1. Menu Daftar barang
Menu Daftar Barang adalah menu yang digunakan untuk kita melihat barang/aset apa sajakah yang sudah diinput dalam aplikasi berdasarkan pedoman Kodefikasi aset desa berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2016 tentang aset desa. Langkahnya adalah sebagai berikut :
a. Buka Aplikasi yanhg sudah diinstal dan di simpan dalam desktop shortcutnya,
Sipades_aset

b. klik menu file lalu ada menu daftar barang, klik menu tersebut dan akan memunculkan tampilan seperti dibawah ini :
Sipades-aset

c. Kemudian ada pop up atau menu melayang yang menampilkan daftar barang, dalam menu tersebut kita dapat melihat barang/aset apa saja yang sudah diinput.
Sipades_aset

d. bahkan kita dapat juga mencetaknya sebagai dokumen panduan aset di desa kita, seperti ditunjukkan dalam gambar berikut :
SIPADES_aset

2. Menu Rubah Password
Menu Rubah Password adalah menu yang digunakan oleh user/admin aset di desa dimana menu ini digunakan untuk mengkostumisasi (melakukan pengaturan) password agar akses yang kita gunakan sifatnya tidak general (umum) dengan desa yang lainnya, dan juga untuk menjaga bahwa aplikasi kita tidak bisa digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, caranya adalah sebagai berikut :
a. buka aplikasi seperti biasa dan masuk dengan akun kita,
b. klik menu password nanti akan muncul pop up seperti dalam gambar.
Sipades_aset

c. kita diarahkan dan diharuskan memasukan akun yang ada (existing), maksudnya untuk mengkonfirmasi bahwa akun tersebut digunakan oleh kita.
d. masukan akun baru yang tentunya akun yang mudah diingat, klo lupa bisa fatal akibatnya, kita tidak akan bisa mengakses dokumen yang sudah kita entry.
e. masukan user id baru dan password baru.
f. setelah selesai klik menu simpan dan tutup popup.
g. selesai.

Demikian tutorial kali ini, mohon maaf jika kurang lengkap, next time akan admin bahas dengan pembahasan yang lebih banyak, semoga bermanfaat.

Dapatkan comment widget ini di sini