Thursday, May 3, 2018

Agen Perubahan

Sering kita mendengar kata perubahan (change) terutama ketika kita membahas hal – hal berkaitan dengan upaya organisasi memperbaharui diri dalam situasi mengahadapi perubahan di lingkungan stratejik organisasi. Dan setiap perubahan memerlukan orang / individu yang menjadi pemandu proses berjalannya perubahan yang terjadi dalam suatu organisasi maupun dalam masyarakat, guna mencapai tujuan sebagaimana diharapkan.
Agen Perubahan (Agent of Change) adalah individu atau seseorang yang bertugas mempengaruhi target / sasaran perubahan agar mereka mengambil keputusan sesuai dengan arah yang dikehendakinya. Agen Perubahan menghubungkan antara sumber perubahan (Inovasi, Kebijakan Publik dll) dengan sistem masyarakat yang menjadi target perubahan.
Dengan demikian komunikasi adalah alat stratejik bagi tercapainya suatu perubahan dalam organisasi maupun sistem sosial dalam masyarakat. Komunikasi adalah proses berbagi informasi dalam sistem sosial masyarakat yang menciptakan temuan (innovator, regulator) dengan target perubahan (kelompok masyarakat) dan atau proses berbagi informasi diantara sesama mereka agar mampu membangun situasi saling pengertian melalui penjelasan / pencerahan dalam menjalin hubungan antara Agen Perubahan dengan kelompok masyarakat yang menjadi target perubahan.
Ada berbagai profesi yang mungkin akan menjadi agen perubahan yang efektif dalam organisasi atau masyarakat seperti pekerja sosial, consultant, widyaiswara, penjual barang & jasa (sales), pekerja kesehatan dll.
Dari berbagai profesi termaksud, dalam menjalankan perannya sebagai Agen Perubahan dengan cara memfasilitasi proses menyampaikan Inovasi / Kebijakan dari “sumber Inovasi / Kebijakan” kepada para target dari Inovasi / Kebijakan itu.
Peran Agen Perubahan
Proses menginformasikan suatu hal baru dalam rangka memperkenalkan suatu Inovasi / Kebijakan baru kepada suatu kolompok sosial target perubahan, memerlukan langkah – langkah sebagai berikut -
Membangun kesadaran bahwa mereka memerlukan perubahan (To develop a need for change).
Pada tahap awal Agen Perubahan diharapkan mampu menyadarkan target Inovasi / Kebijakan Publik bahwa mereka memerlukan perubahan dengan menunjukkan alternative sikap / perilaku yang sebaiknya mereka lakukan serta perubahan sikap itu akan memberikan kemudahan / keuntungan bagi mereka. Diharapkan pada tahap ini target perubahan mempunyai kesadaran dalam bentuk keyakinan bahwa untuk hal yang lebih baik mereka harus berubah demi kebaikan dan kemanfaatan bagi mereka sendiri
Mengembangkan hubungan dengan saling tukar informasi (To establish an information exchange relationship).
Ketika kelompok sosial / masyarakat target Inovasi / Kebijakan menyadari bahwa mereka memerlukan perubahan, maka Agen Perubahan secara terus menerus membangun komunikasi. Sebelum mengembangkan hubungan yang baik, Agen Perubahan harus dapat diterima serta dipercaya oleh kelompok sosial / masyarakat target Inovasi / Kebijakan Publik.
Agen Perubahan harus mampu membangun citra diri sehingga dipersepsikan bahwa dia adalah orang yang kompeten (competence), kridibel (credible), dapat dipercaya (trustworthiness) dan bersikap penuh simpaty dan empaty pada kelompok sosial / masyarakat target Inovasi / Kebijakan Publik.
Melakukan identifikasi masalah (To diagnose problems)
Agen Perubahan bertanggung jawab dengan cara menyajikan hasil analysis – synthesis tentang apa – apa yang ada (existing) dan ternyata tidak dapat memenuhi kebutuhannya saat itu, dan oleh sebab itu memerlukan perubahan. Pada saat yang demikian Agen Perubahan diharapkan mampu melihat persoalan yang dihadapi dengan menggunakan cara pandang (perspective) kelompok sosial / masyarakat target Inovasi / Kebijakan Publik dan menyampaikan dengan bahasa yang sympatic.
Mendorong niat untuk berubah (To create an intent in the client to change).
Setelah Agen Perubahan menjelaskan berbagai cara tindakan yang mungkin harus dilakukan oleh kelompok sosial / masyarakat target Inovasi / Kebijakan untuk mencapai tujuan (goal) mereka, maka Agen Perubahan dituntut untuk mampu memberi motivasi kepada target Inovasi / Kebijakan agar mengadopsi Inovasi / Kebijakan yang telah ditawarkan Agen Perubahan.
Mentransformasikan sekedar niat menjadi tindakan nyata (To translate an intent to action).
Pada tahap ini Agen Perubahan dituntut untuk mencari tahu tentang cara bagaimana mempengaruhi kelompok social / masyarakat target Inovasi / Kebijakan Publik berperilaku sebagaimana rekomendasi yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan mereka sendiri. Pada tahap ini komunikasi interpersonal antar mereka sendiri (kelompok masyarakat) dapat membantu meyakinkan mereka untuk memutuskan mengadopsi Inovasi / Kebijakan Publik yang sesuai dengan kebutuhan mereka, terutama pendapat tokoh informal dalam systems sosial masyarakat mereka sendiri
Merawat adopsi mencegah pembatalan adopsi (To stabilize adoption and prevent discontinuance).
Agen Perubahan diharapkan tetap mendampingi kelompok sosial / masyarakat target Inovasi / Kebijakan Publik agar tetap bertahan dengan sikap perilaku yang sudah diputuskan dengan mengadopsi Inovasi / Kebijakan Publik. Pendampingan merupakan tahap penting, karena menjadi konfirmasi tentang perubahan perilaku yang dibutuhkan dan sekaligus menunjukkan manfaatnya bagi mereka.
Pencapaian Hubungan Agen Perubahan dan Komunitas Target Perubahan (To achieve a terminal relationship).
Tujuan akhir Agen Perubahan adalah mendorong komunitas target perubahan mampu bersikap / berperilaku dengan mengadopsi Inovasi / Kebijakan Publik yang telah diperkenalkan sebelumnya. Agen Perubahan setelah mampu mendorong komunitas sosial / masyarakat target perubahan mengadopsi Inovasi / Kebijakan Publik, maka komunitas sosial / masyarakat target perubahan seharusnya telah mampu menciptakan kadre Agen Perubahan (baru) dari komunitas sosial target perubahan itu sendiri. Apabila kelompok Komunitas target perubahan telah mampu menghasilkan Agen Perubahan (baru) maka tugas Agen Prubahan telah berakhir.
image
Kunci Keberhasilan Agen Perubahan
Keberhasilan Agen Perubahan melakukan perubahan sikap dan perilaku Komunitas Sosial target perubahan bergantung pada seberapa jauh upaya Agen Perubahan melakukan pendekatan pada komunitas target perubahan.
Ethos Kerja Agen Perubahan (Change Agent Effort)
Agen Perubahan akan berhasil melakukan perubahan sikap / perilaku komunitas sosial target perubahan sejalan dengan seberapa sering mereka berhubungan dengan kelompok social target perubahan, semakin tinggi frekuensi hubungan Agen Perubahan dengan Komunitas Sosial target perubahan akan semakin tinggi keberhasilan Agen Perubahan. Sehubungan dengan itu maka keberhasilan Agen Perubahan diukur berdasarkan seberapa besar kelompok masyarakat mengadopsi perubahan akibat lahirnya Inovasi / Kebijakan Publik
Orientasi Komunitas Sosial Target Perubahan (Client Orientation)
Posisi Agen Perubahan berada di tengah, yaitu antara Innovator / Regulator dengan Komunitas Sosial target perubahan, sehingga Agen Perubahan sering dalam posisi yang berlawanan, disatu sisi Innovator / Regulator menghendaki sikap perilaku tertentu, disi lain Komunitas Sosial target perubahan mengharapkan perilaku yang berbeda. Agen Perubahan akan lebih berhasil apabila lebih berorientasi pada Komunitas Sosial target perubahan daripada memenuhi harapan Innovator / Regulator
Kompatibelitas Inovasi Dengan Kebutuhan Komunitas Sosial Target Inovasi / Kebijakan Publik (Compatibility with Client’s Needs)
Agen Perubahan sering dihadapkan dengan kesulitan mengidentifikasi kebutuhan Komunitas Sosial target perubahan. Setiap perubahan yang mengabaikan begitu saja kebutuhan Komunitas Sosial target perubahan akan mengalami kegagalan. Sebaliknya apabila Agen Perubahan memperhatikan apa yang sesungguhnya kebutuhan
Komunitas Sosial target perubahan dan sebisanya terdapat kompatabilitas (compatability) antara perubahan yang diharapkan Innovator / Regulator dengan kebutuhan Komunitas target perubahan. Semakin tinggi kompatabilitas antara perubahan yang diharapkan dengan kebutuhan Komunitas target perubahan akan semakin berhasil.
Rasa Empathy (Change Agent Empathy)
Rasa empaty adalah kemampuan seseorang untuk menempatkan diri dalam posisi orang lain dan merasakan suka dukanya dalam posisi itu. Dengan demikian apabila Agen Perubahan tidak mampu ber empaty pada orang lain khususnya Komunitas Sosial target perubahan, maka dapat dipastikan Komunitas target cendrung menolak berubah. Rasa empaty Agen Perubahan terhadap masalah yang dihadapi /dirasakan oleh Komunitas target perubahan akan lebih berhasil daripada mereka yang tidak ber empaty.

No comments:

Post a Comment

Dapatkan comment widget ini di sini